kuliah

Image: wikimedia.org

Kuliah Itu Penting! Jawaban Dari Pertanyaan Masih Nganggur

Hari ini nggak tau kenapa pingin nulis tentang ini. Sebenarnya udah lama juga jadi unek-unek dihati. Ini sebenarnya sebuah pengalaman, pernah dengar orang ngomong “Ngapain kuliah, udah lulus sarjana juga masih nganggur”. Sebenarnya mau kerja atau belum itu bukan masalah karena lulus sarjananya ya. Itu masalah rezeki dan dari orangnya sendiri yang biasanya suka banyak pilih-pilih.

Kuliah itu penting nggak sih? Penting dong, ilmu bisa mempengaruhi sistem kerja tubuh kita. Ilmu itu seperti halnya sistem operasi (OS) pada sebuah komputer. Kalau sistem operasinya bagus, walaupun komputernya spesifikasinya rendah tetap enak digunakan. Dan sebaliknya kalau sistem operasinya kurang bagus, spesifikasinya setinggi apapun tetap nggak enak dipakai.

Kuliah Nggak Sekedar Untuk Cari Kerja

Persepsi banyak orang bahwa habis kuliah trus dapat kerja bagus dan lain sebagainya. Nanti kalau kuliah punya skill bagus, bisa ini dan itu juga nggak salah. Sebenarnya yang salah itu kita terlalu berharap yang seperti itu. Ingat terlalu banyak berharap maka banyak pula kecewanya.

Kuliah memang untuk cari skill yang mumpuni tapi itu nggak utama yang aku rasa. Kenapa? Bandingin aja orang yang kerjanya desain grafis lulusan SMA/SMK bisa jauh lebih jago desain undangan misalnya dari pada yang baru lulusan sarjana. Kok bisa? Yang pertama karena kerjaannya seperti itu dan yang kedua nggak ada yang lain lagi kecuali itu tadi.

Berbeda dengan mahasiswa S1 yang dibebani 140 lebih sks yang memiliki banyak banget matakulih. Gimana mau jadi ahlinya? Kalau mau cari skill bagus mungkin sebaiknya mempertimbangkan untuk kursus saja dari pada kuliah. Kuliah nggak hanya bicara soal skill tapi kualitas diri.

Seorang sarjana memiliki kualitas diri lebih baik, karena apa? Mereka dipaksa dan di didik untuk mengerjakan sesuatu hal yang mereka sendiri pasti banyak alasan untuk melakukannya tanpa disuruh. Sebenarnya apapun yang Kamu lakukan dikuliah bisa Kamu lakukan dirumah tanpa kuliah.

Kodratnya manusia memang harus dipaksa baru mau melakukan. Dengan dipaksa diawal lama-kelamaan jadi terbiasa dan jadi suka. Sama halnya dengan sholat 5 waktu, kalau nggak wajib masihkah Kamu sholat? Dengan diwajibkan, jadi terbisa, nyaman dan ingin melakukan yang lebih baik lagi.

Jadi kalau masalah skill tadi mending kursus aja jelas ilmunya. Kamu mau bisa programmer bisa kursus programmer, Kamu pingin bisa matematika kan juga ada khursus matematika. Gampangkan ya? Mau cari Skill nggak harus di kampus.

Kuliah Meningkatkan Kualitas Diri

Seperti yang aku kataka tadi bahwa kuliah itu meningkatkan kualitas diri. Gimana bedakan orang sekolah sama yang nggak? Bisa dilihat dari gaya bicaranya. Seperti pepatah padi “semakin berisi semakin merunduk”. Orang yang berilmu ya seharusnya begitu. Santun, tenang, sabar, pemaaf, bisa kontrol diri dan yang baik-baiklah.

Orang berpendidikan itu pikirannya nggak mudah dipengaruhi. Apapu itu pasti difikirkan, dianalisis apakah benar atau tidak. Beda dengan yang kurang berpendidikan, dengar ini langsung emosi, nyolot dan sebagainya. Tengok aja dimedia social kita, berapa banyak orang yang seperti itu dan lihat backgroud pendidikannya. Kalau udah sarjana tetap nggak berubah berarti itu kulitnya. Sarjana yang bener itu ya isinya buah.

Rezeki Udah Ada Yang Ngatur

Soal kerja bagus, gajinya besar itu kan masalah rezeki. Rezeki orang juga beda-beda udah diatur masing-masing dan nggak akan ketukar. Percayalah masalah rezeki itu udah ada porsi masing-masing. Karena rezeki itu pasti ada tapi pintu masuknya beda-beda. Ada yang dari usaha sendiri, dari kerjaan, dikasih orang tua itu juga rezeki.

Dalam jenjang kehidupan yang aku lihat, rezeki itu ada levelnya. Ini persepsi aku ya, dari keluarga biasa langsung jadi miliader itu bisa tapi jarang. Untuk jadi miliader itu ada jenjang nya, dan turun-temurun. Dari satu keturunan itu bisa keturuan ke berapa gitu yang bisa jadi miliader. Nggak langsung dari nol tau-tau jadi seratus.

Kenapa? Setiap orang tua pinginnya anaknya lebi baik lagi dalam hal ekonomi, dan anaknya pingin nanti cucunya lebih baik lagi, cucunya juga pingin cicitnya lebih baik lagi. Dan begitu seterusnya sampai mencapai level yang diinginkan. Maka dari itu kalau pingin keturunannya baik kita harus mempersiapkan dengan baik. Salah satunya kuliah itu tadi.

Ingat bahwa kulaih atau sekolah atau menuntut ilmu nggak hanya untuk cari kerja dan skill semata, lebih banyak dari itu. Kalau masalah udah lulus masih nganggur itu bukan jadi patokan dan jangan jadi contohnya. Contohlah bahwa dia sudah lulus sarjananya. Kuliah saja masih nganggur gimana yang nggak kulih? Persaingan hidup kedepan tidak mudah, butuh persiapan khusus dan pantang menyerah. Majukan Indonesia dengan pendidikan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *