Jual Sepatu Safety

Image: pixabay.com

3 Mahasiswa Ini Sukses Jual Sepatu Safety dengan Corak Batik

Sepatu yang bermotif batik? Mungkin sudah banyak di pasaran. Namun sepatu safety bermotif batik? Mungkin masih sangat asing di telinga kita. Sepatu yang memiliki beberapa kegunaan seperti untuk mendaki gunung, touring hingga untuk sektor industri ini disulap oleh 3 orang mahasiswa STIKOM Surabaya menjadi sepatu safety yang fashionable bercorak batik khas nusantara. Bagaimana kisah sukses ketiga mahasiswa kreatif ini dalam bisnis jual sepatu safety?

Ide membuat sepatu safety bermotif batik digarap apik oleh 3 sekawan yang menempuh pendidikan di kampus STIKOM Surabaya. Ketiga sekawan ini bernama Fredy Priyambodo, Muhammad Apri Sastriyono dan Zhulkifli Arbhi Rochdiansyah. Ketiganya mengerjakan dan mengajukan proposal dengan ide tersebut ketika mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa yang diadakan pada tahun 2014. Pada saat itu, penjualan sepatu safety mulai meningkat seiring dengan banyaknya penghobi travelling dan touring. Sepatu safety yang hanya memiliki model itu-itu saja, ‚Äúdiakulturasi‚ÄĚ dengan kebudayaan asli Nusantara, batik. Tentu dengan akulturasi ini membuat sepatu safety lebih fashionable dan gaya.

Abhi, begitu sapaan dari Zhulkifli Arbhi Rochdiansyah menuturkan bahwa ide membuat dan bisnis jual sepatu safety dengan motif batik ini terinspirasi dari teman-teman kuliahnya yang menyukai sepatu boots safety untuk dipakai ketika pergi ke kampus. Sepatu-sepatu yang teman-teman mereka kenakan modelnya biasa-biasa saja dan motifnya standar. Kemudian 3 sekawan itu berpikir untuk mencoba membuat sepatu safety dengan motif lain yang lebih menarik namun tetap mempertimbangkan unsur keamanan dan kenyamanan sebagai hal yang utama.

Mereka memilih motif batik karena itu merupakan ciri khas Nusantara, identitas dan kebanggaan bangsa. Batik tidak hanya bisa diaplikasikan pada kain atau pakaian saja, tapi juga sepatu. Termasuk sepatu safety. Setelah berhasil memenangkan pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa tersebut, mereka mendapatkan uang modal sebesar 10 juta rupiah untuk memulai bisnis mereka. Setelah itu mereka memulai untuk survei dan menjalin kerjasama dengan pengrajin sepatu safety dan mencoba membuat lima pasang sepatu safety dengan motif batik yang berbeda-beda.

Sepatu safety ini diberi nama Fred Shoes (FS) karena Fredy Priyambodo bertindak sebagai ketua dalam tim tersebut. Namun kemudian, Fredy yang juga penghobi touring ini sepakat dengan kedua rekannya untuk mengganti brand Fred Shoes menjadi Wayangan. Nama Wayangan dipilih untuk menonjolkan sisi etnik dari motif batik pada sepatu safety produksi mereka. Motif batik yang mereka pakai masih memakai motif batik dari Madura, Jogja dan Solo. Sepatu-sepatu produksi mereka terbuat dari kulit sapi asli yang dikerjakan oleh pengrajin sepatu dari Surabaya, Sidoarjo dan sekitarnya.

Selain terbuat dari kulit sepatu asli, sepatu Fred Shoes pada bagian depannya dilapisi besi sehingga aman digunakan para pekerja proyek dan industri. Solnya memakai pentil dengan sistem press serta jahitan double, membuat sepatu ini tidak licin, aman dan kuat digunakan saat mendaki gunung atau touring. Sepasang sepatu Fred Shoes low top dijual dengan harga 230-235 ribu rupiah sedangkan high top nya dijual dengan harga 250 ribu saja. Cukup terjangkau untuk kantong mahasiswa dan anak-anak muda.

Dengan bisnis jual sepatu safety ini, mereka bertiga mengaku cukup sukses dengan mendapatkan omzet perbulan sekitar 5 hingga 10 juta rupiah. Bagi yang berminat untuk memesan sepatu dengan desain tersendiri, bisa juga dengan menghubungi mereka via Instagram @fredshoes. Proses pengerjaannya memakan waktu yang cukup singkat, hanya berkisar antara 1-2 minggu saja.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *